Selasa, 22 Februari 2011

agar rambut cepat panjang

Rambut kita umumnya akan bertambah panjang 1,5 cm setiap bulan. Tetapi, ada juga orang yang rambutnya tumbuh lebih lambat, dan ketika akhirnya mencapai panjang tertentu, akhirnya patah.

Kalau sudah begini, Anda perlu sedikit mengubah cara Anda merawat rambut.

1. Pijat dan gosok. Saat membersihkan wajah, Anda tentu tidak akan menadahkan wajah di bawah pancuran kan? Anda harus menggosokkan sabun ke wajah dan sedikit memijatnya.

Nah, kulit kepala pun perlu disentuh dengan pijatan dan sedikit gosokan. Sebab, rambut yang baru pun kerap sulit untuk tumbuh akibat lapisan kotoran, minyak, dan sel-sel kulit yang lama. Pijat dengan lembut kulit kepala Anda dengan sikat khusus kulit kepala atau dengan jari-jari tangan selama 2 menit sebelum mandi.

2. Manjakan rambut. Cari shampo dan kondisioner yang mengandung pelembab shea butter atau avocado oil. Bahan ini menjaga agar helaian rambut tetap lembab. Inilah yang menjadi kunci untuk pertumbuhan rambut, karena helaian rambut yang rapuh dan bercabang bisa patah sebelum bertambah panjang, demikian menurut ahli dermatologi dari San Francisco, Paradi Mirmirani.

3. Kurangi penataan rambut Anda. Boleh-boleh saja sebenarnya menata rambut dengan berbagai peralatan styling, namun perlu diingat bahwa hawa panas dan gesekan dari sisir bisa merusak lapisan pelindung rambut (atau kulit jangat).

Akibatnya, helaian rambut jadi rentan untuk rontok. Atasi berbagai masalah ini dengan menggunakan sisir bergigi jarang untuk menyisir rambut yang habis dikeramas, menggunakan spray pelindung panas sebelum menata rambut, dan bebaskan rambut dari berbagai siksaan tersebut pada akhir pekan. Untuk mendapatkan kesan rambut yang bergelombang, buat kepang saat rambut masih basah. Lepaskan ketika rambut sudah kering.

Jumat, 18 Februari 2011

3 Resep Ramuan Mujarab untuk Hilangkan Selulit

Tak perlu pusing lagi mencari krim yang ampuh untuk mengatasi selulit di paha, perut, dan bokong Anda. Ternyata Anda bisa dengan mudah meracik sendiri 'obatnya'. Bahan utamanya: ampas kopi!



Tak peduli berapa umur Anda, apa jenis kulit Anda, dan berapa berat badan Anda, selulit selalu jadi musuh besar. Ia biasanya muncul di paha, perut, dan bokong, yang membuat kulit kita terlihat bergaris-garis kasar bak kulit jeruk. Selama bertahun-tahun, wanita di seluruh dunia mencari berbagai krim dan obat untuk menghilangkan selulit. Padahal, hanya berbekal serbuk kopi, kita bisa meracik ramuannya sendiri, lho.

Salah satu metode yang paling ampuh untuk menghilangkan selulit adalah pijat. Dengan pijat, sirkulasi darah jadi lebih lancar, dan sel-sel lemak bisa lebih mudah dihancurkan.

Sementara itu, penelitian menunjukkan bahwa krim antiselulit yang dianggap paling ampuh adalah yang mengandung kafein. Ternyata kafein bisa melebarkan pembuluh darah, sehingga sirkulasi dan aliran darah menjadi lebih lancar. Kafein juga bisa mengurangi kadar penimbunan air, yang merupakan salah satu penyebab terdorongnya lemak ke kulit dan menjadi selulit.

Dua fakta ini jadi cukup bukti untuk meyakinkan kita bahwa salah satu solusi paling ampuh menghadapi selulit adalah pijat dengan ramuan yang mengandung kafein. Ini resepnya.

Resep 1
1 cangkir ampas kopi yang masih baru
1 putih telur
1 sendok makan minyak zaitun
Campurkan bahan-bahan di atas dan gunakan untuk memijat bagian tubuh Anda yang berselulit. Pijat dengan gerakan memutar, kemudian bilas. Ramuan ini juga bisa dioleskan ke selulit, kemudian 'bungkus' bagian tersebut dengan plastik dan diamkan selama 5-10 menit. Untuk hasil yang optimal, lakukan ritual ini 3 kali seminggu.

Resep 2
1/4 cangkir ampas kopi hangat
1 sendok makan minyak zaitun
Campurkan bahan-bahan di atas, kemudian balurkan ke atas loofah atau handuk wash lap sebelum memijat bagian yang berselulit. Lakukan 2 kali seminggu.

Resep 3
Campurkan ampas kopi dengan sabun cair atau body lotion. Balurkan ke tubuh, diamkan beberapa menit, lalu bilas. Lakukan setiap hari.

Janet Jackson: Banyak Seleb Makan Tisu Agar Kurus

Janet Jackson @ aceshowbiz.com
Tak bisa dipungkiri, tuntutan untuk selalu sempurna bagi para bintang menjadi satu tekanan besar, terutama bagi para wanita. Sebagai salah satu 'pelaku', Janet Jackson bagi-bagi tips untuk menjaga tubuh tetap ideal walau lapar mendera, yakni dengan makan tisu!
Dalam sebuah wawancara dengan Piers Morgan, seorang wartawan CNN, adik Michael Jackson ini buka-bukaan mengenai masalah berat badan dan pola makan yang dihadapinya, seperti banyak wanita lain, di dunia selebritis. Jackson mengakui bahwa sebagian besar wanita menjadi korban 'standar kesempurnaan' yang seringkali membuat mereka memaksa tubuhnya sampai ke batas terakhir.
"Ini gila, ini gila. Karenanya aku merasa wanita jaman sekarang menuju ke arah berlawanan. Mereka kekurangan makanan. Dari beberapa cerita yang kudengar, aku tidak akan menyebut nama, tapi ini lebih buruk. Mereka makan tisu, Kleenex, untuk mengisi perut agar merasa kenyang. Kalau kau merasa kenyang, maka tak perlu lagi makan," ungkap Janet.
Dalam kesempatan yang sama, Janet juga mengkritisi kebiasaan ini sebagai contoh buruk untuk anak-anak. "Ini gila. Untuk anak-anak, ketika mereka melihat orang dewasa dan berpikir inilah tubuh yang kuinginkan, mereka mulai menjalani diet di usia muda, bukannya hidup normal sebagai anak-anak," pungkasnya. (ace/mae)

Jumat, 11 Februari 2011

95 Juta Tahun Lalu, Ular Punya Kaki

VIVAnews - Dari penelitian terbaru terhadap fosil ular yang diperkirakan telah berusia 95 juta tahun, terungkap bahwa ada dua tulang kaki kecil yang tersambung ke tulang pinggul hewan tersebut.

Seperti dikutip dari LiveScience, 10 Februari 2011, fosil yang ditemukan di Libanon tersebut berasal dari zaman di mana ular belum kehilangan tungkai belakang mereka.

Rekonstruksi tiga dimensi terhadap tulang tersebut akan segera dilakukan untuk membantu para peneliti memahami bagaimana ular berevolusi hingga kehilangan kakinya itu.

Adapun perdebatan yang menghangat di kalangan paleontologist adalah apakah nenek moyang ular berkaki itu merupakan kadal yang berenang di air atau kadal yang melata di darat.

“Sebuah tulang kaki berukuran panjang satu inci (sekitar 2,5 centimeter) terlihat pada fosil ular Libanon. Sayangnya, separuh bagian panggul ular itu terkubur di dalam batu,” kata Alexandra Houssaye, peneliti dari Museum National d’Histoire Naturelle, Paris, Perancis.

Ular yang panjangnya 19 inci (sekitar 50 centimeter) ini merupakan Eupodophis descouensi, yang merupakan satu dari tiga fosil ular yang pernah ditemukan memiliki kaki. “Membongkar batu untuk menemukan satu kaki lagi tidaklah dimungkinkan,” ucapnya.

Untuk itu, peneliti akan menggunakan teknik yang disebut sebagai synchrotron-radiation computed laminography (SRCL). Serupa dengan pemindaian medis CT scan, SRCL menggunakan sinar X untuk menggambarkan struktur internal dari sebuah objek, namun dengan resolusi 1.000 kali lebih tinggi.

Dari pemindaian, terlihat kaki yang tersembunyi di dalam batu itu bertekuk di bagian lutut. Akan tetapi, kaki itu tidak memiliki telapak dan tulang jari.

“Struktur tulang kaki yang tersimpan rapi di dalam batu ini serupa dengan struktur tulang milik kadal darat,” kata Houssaye. “Meski demikian, satu penelitian saja tidak akan bisa memastikan apakah ular ini punya nenek moyang hewan air atau hewan darat,” ucapnya.

Meski demikian, Houssaye menyebutkan, anatomi tulang milik ular itu menunjukkan bahwa evolusi telah menghilangkan kaki milik ular bukan dengan mengubah cara tulang itu tumbuh. “Kemungkinan, kaki itu tumbuh melambat atau semakin pendek,” ucapnya.

Eksperimen tersebut, menurut Houssaye, merupakan eksperimen pertama yang menggunakan teknik SRCL di dunia paleontology, dan masih banyak yang perlu dianalisa. “Langkah selanjutnya adalah menganalisa fosil tulang belakang ular lainnya, mengamati tungkai ular dan kadal hidup dan menganalisa fosil ular tertua yang pernah ditemukan,” ucapnya.

Tekanan Darah Bisa Dikontrol Jarak Jauh dengan Ponsel

Orang dengan kondisi kesehatan tertentu harus pandai-pandai mengontrol tekanan darahnya agar tidak naik atau turun. Nah, mengontrol dan mengetahui tekanan darah kini bisa semakin mudah, karena Anda cukup melakukannya dengan menggunakan ponsel.

Untuk mengukur tekanan darah, dokter atau tenaga kesehatan biasanya menggunakan tensimeter atau blood pressure monitor (BP monitor). Tapi kini peneliti tengah mengeksplorasi potensi sistem telepon seluler (ponsel) untuk dijadikan alat monitoring tekanan darah jarak jauh agar pasien dapat melakukannya di rumah.

Peneliti sedang mengembangkan ponsel menjadi alat yang secara otomatis dapat membaca tekanan darah pasien di rumah. Pembacaan tekanan darah ini kemudian akan dikirim secara nirkabel melalui sinyal radio dari peralatan monitoring yang dilengkapi dengan teknologi Blue-tooth.

Dengan alat ini, dokter juga bisa memantau perkembangan tekanan darah pasiennya secara online. Ponsel khusus yang diprogram untuk mengirimkan pembacaan tekanan darah ini akan menerima balasan yang sesuai, yang langsung muncul di layar ponsel.

“Telemonitoring atau pengontrolan tekanan darah jarak jauh ini dapat menyediakan informasi tentang perkembangan kondisi pasien sebelum konsultasi rutin dengan dokter,” jelas Dr Peter Rutherford, direktur medis di Wenatchee Valley Medical Center di Wenatchee, Wash, seperti dilansir Healthday, Kamis (18/11/2010).

Menurut Dr Rutherford, teknologi ini juga bisa membantu dokter dalam mengidentifikasi pasien yang memiliki gejala awal penyakit serius yang berhubungan dengan tekanan darah, yang mungkin membutuhkan perawatan akut seperti rawat inap.

“Teknologi ini memberikan layanan yang berharga,” ujar Dr Alexander G. Logan, dari University of Toronto, yang membahas sistem monitoring eksperimental ini pada pertemuan tahunan American Heart Association di Chicago.

Dalam penelitian pendahuluan, Dr Logan dan koleganya telah menemukan bahwa setelah menggunakan ponsel berbasis perangkat ini selama 1 tahun, pasien dengan hipertensi sistolik yang tidak terkontrol secara dramatis dapat meningkatkan kemampuannya mengontrol tekanan darah.

Dr Logan juga mengatakan lebih dari sepertiga pasien (37 persen) yang menggunakan sistem ponsel bisa mendapatkan tekanan darah di bawah kontrol, dibandingkan dengan 14,2 persen dari pasien yang hanya menggunakan peralatan standar.

“Studi ini menunjukkan bagaimana teknologi interaktif yang sederhana dapat membantu merevolusi perawatan pencegahan, yang bergantung pada sinergi dari dokter dan pasien,” tambah pakar lain, Dr Tara Narula, seorang ahli jantung klinis di Lenox Hill Hospital di New York City.

Pengujian metode ponsel ini akan terus dikembangkan untuk menentukan aspek sistem baru dengan hasil yang lebih baik.

Bawang Putih dapat mengobati tekanan darah tinggi

Bawang putih dapat membantu mengobati tekanan darah tinggi atau yang biasa disebut dengan hipertensi. Demikian hasil penelitian terbaru para peneliti di Universitas Adelaide, Australia, belum lama ini.

Penelitian tersebut melibatkan 50 pasien yang memiliki masalah dengan tekanan darah. Para pasien itu kemudian diberikan suplemen bawang putih satu kapsul setiap harinya. Setelah 12 minggu ditemukan para pasien memiliki tekanan darah lebih rendah dari sebelumnya.

Tidak hanya baik bagi tekanan darah, penelitian ini juga menemukan kegunaan lain dari bawang putih. Bawang putih ternyata juga terbukti dapat menurunkan tingkat kolesterol.

“Rumor bahwa bawang putih dapat membantu masalah hipertensi telah lama beredar di kalangan masyarakat. Penelitian kami ini adalah penelitian pertama yang menilai efek dari bawang putih sebagai pengobatan tambahan untuk obat antihipertensi yang dikonsumsi pasien,” kata pimpinan penelitian Karien Ried seperti dikutip Zee News, Kamis (18/11).

Hasil penelitian yang diharapkan dapat membantu penanganan hipertensi ini telah dipublikasikan dalam jurnal kesehatan Maturitas.

Kamis, 10 Februari 2011

Anak-anak Sembuh dari Kanker Berisiko Mati Muda

cara sehat & info kesehatan

Anak kecil yang selamat dari kanker, terancam tewas satu dekade berikutnya akibat terkena penyakit yang disebabkan oleh pengobatan kanker, seperti penyakit jantung dan stroke.

Para peneliti di Inggris melaporkan, kendati banyak anak-anak yang sembuh dari kanker, namun tak sedikit yang berpotensi mati muda dari penyakit lainnya. Penyebab kematian, para peneliti menyebutkan, mungkin terkait dengan komplikasi akhir perawatan, seperti efek jangka panjang dari radiasi dan kemoterapi.

“Sama mengganggu adalah bahwa banyak korban yang lebih tua tidak dipantau untuk masalah ini,” kata para peneliti.

“Dibandingkan dengan populasi umum, akibat samping berupa kematian karena kanker primer baru dan penyakit peredaran darah bisa terjadi hingga 45 tahun setelah seorang anak kecil diagnosa mengidap kanker,” kata pimpinan peneliti C. Raoul Reulen dari Pusat Studi Kanker Anak di Universitas Birmingham.

Reulen mencatat bahwa kendati risiko kematian dari efek kanker baru dan perawatan kanker meningkat seiring usia, banyak korban yang paling rentan tidak dipantau untuk masalah-masalah kesehatan yang mengancam jiwa.

“Dalam hal risiko absolut, orang-orang tua yang paling berisiko kematian dari kanker primer kedua dan penyakit peredaran darah, namun harus cenderung aktif mengikuti tindak lanjut,” katanya. “Ini menunjukkan bahwa korban harus dapat mengakses program intervensi perawatan kesehatan selama bertahun-tahun setelah mereka sembuh, untuk mengetahui apakah bisa bertahan hidup dalam lima tahun.

Laporan ini terbitkan dalam Journal of American Medical Association, edisi 14 Juli

Untuk penelitian ini, tim Reulen mengumpulkan data 17.981 anak yang menderita kanker. Anak-anak ini lahir antara tahun 1940 dan 1991, semua didiagnosis menderita kanker ganas sebelum mereka berusia 15.

Pada akhir tahun 2006, 3.049 dari objek penelitian telah wafat. Itu naik 11 kali lebih besar daripada yang terlihat di populasi umum – sesuatu yang disebut angka kematian umum. Dan sementara laju penurunan dari waktu ke waktu, masih tiga kali lipat lebih tinggi dari yang diharapkan setelah 45 tahun mengikuti program tindak lanjut, para peneliti mencatat.

Sementara risiko kematian mutlak akibat kanker awal turun dari waktu ke waktu, meski kemudian ada peningkatan risiko kematian akibat kanker yang berbeda, penyakit jantung, atau stroke.

Setelah 45 tahun tindak lanjut, jumlah kematian di kalangan anak-anak korban kanker 3,6 kali lebih tinggi untuk kanker primer kedua dari yang diharapkan pada populasi umum, dan 26% dari seluruh kematian disebabkan oleh penyakit jantung atau stroke.

“Selain 45 tahun dari diagnosa, kanker kambuh merupakan 7% dari jumlah kelebihan kematian, sedangkan kematian karena kanker primer kedua dan kematian akibat penyakit peredaran darah bersama-sama menyumbang 77%,” tulis para peneliti seraya menambahkan bahwa kematian akibat penyakit jantung dan stroke diduga berasal dari akhir komplikasi pengobatan

Dr J. Leonard Lichtenfeld, Wakil kepala di American Cancer Society, mengatakan bahwa “masalah jangka panjang dari korban kanker anak kecil memberi kami petunjuk apa dampak dari sebuah perlakuan yang kami tawarkan.”

“Hal ini tidak terduga bahwa kami melihat peningkatan kanker kedua dan peningkatan penyakit jantung,” tambahnya.

Namun, Lichtenfeld sepakat bahwa masalah utama para pederita yang selamat dari kanker tidak mendapatkan pengobatan lanjutan dan skrining untuk mengetahui apakah ada kanker berikutnya atau penyakit lainnya karena mereka merasa semakin tua.

“Anak-anak mengikuti program pengobatan dengan baik ketika mereka dewasa muda. Namun ketika mereka sudah tua, mereka cenderung melakukan apa yang orang lain lakukan. Mereka mengatasi penyakit mereka dan mereka hilang untuk menindaklanjuti pengobatannya,” katanya

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | free samples without surveys